Enam Puluh Mahasiswa STAI DDI Maros Siap Mengabdi melalui KKN di Kecamatan Bontoa

Maros, 19 Januari 2026 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros secara resmi memberangkatkan 60 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXXVI untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh pimpinan kampus, dosen pembimbing, serta perwakilan pemerintah kecamatan.

Dalam sambutannya, Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, menyampaikan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap mahasiswa mampu menjaga nama baik almamater dan memberikan kontribusi positif selama menjalankan KKN di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta berperan aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat di Kecamatan Bontoa.

Sementara itu, Ketua III STAI DDI Maros, Rahmat Rizal, menekankan pentingnya kedisiplinan, etika, dan sikap mahasiswa selama menjalankan KKN. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak semata-mata diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari perilaku mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat.

“Mahasiswa KKN adalah representasi kampus. Oleh karena itu, jaga akhlak, komunikasi, dan bangun kerja sama yang baik dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat,” ujarnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) STAI DDI Maros, Abd. Rahman, menjelaskan bahwa penentuan lokasi serta perencanaan program KKN telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Program yang dilaksanakan diharapkan menyentuh bidang pendidikan, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia berharap mahasiswa dapat menjalankan program yang aplikatif sehingga manfaat KKN tetap dirasakan meskipun masa pengabdian telah berakhir.

Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN Kecamatan Bontoa, Sunil Khan, menyatakan kesiapan seluruh mahasiswa untuk melaksanakan KKN sesuai arahan kampus serta bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

Sementara itu, Camat Bontoa menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN STAI DDI Maros dan mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan kepada Kecamatan Bontoa sebagai lokasi KKN. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi mitra strategis pemerintah kecamatan dalam mendukung program pembangunan desa.

Sebanyak 60 mahasiswa KKN STAI DDI Maros Angkatan XXXVI akan ditempatkan di sejumlah desa di Kecamatan Bontoa, yakni Desa Pajukukang, Desa Bonto Bahari, Desa Tupabbiring, Desa Ampekale, Desa Tunikamasea, dan Desa Minasa Upa. Melalui pelaksanaan KKN ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *