STAI DDI Maros Gelar Kuliah Umum Bertepatan pada Hari Literasi Internasional

Sekolah Tinggi Agama Islam  Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Maros sukses menggelar kuliah umum di Aula Kampus STAI DDI Maros pada Senin, 8 September 2025. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen STAI DDI Maros dengan penuh antusias. Maros (08/09/2025).

Dalam rangka meningkatkan budaya literasi di lingkungan kampus, pihak kampus menghadirkan Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos., M.M., atau yang akrab disapa Pak BAK, sebagai narasumber. Beliau dikenal sebagai tokoh literasi nasional, penulis produktif, sekaligus penerima penghargaan tertinggi Nugra Jasadarma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional.

Menariknya, kegiatan kuliah umum ini bertepatan dengan Hari Literasi Internasional, sehingga semakin menegaskan pentingnya membaca dan menulis dalam kehidupan akademik. Adapun tema yang diangkat ialah “Membaca Itu Sehat dan Menulis Itu Hebat: One Book One Student, One Book One Lecturer.” Tema tersebut tidak sekadar slogan, tetapi sangat relevan dengan kehidupan kampus, di mana membaca dan menulis merupakan aktivitas utama mahasiswa dan dosen.

Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya berharap agar kuliah umum ini dapat menjadikan kampus STAI DDI Maros sebagai perguruan tinggi berbasis literasi yang mampu melahirkan karya tulis, khususnya buku. Menurutnya, karya tulis buku bukan hanya bentuk kontribusi akademik, tetapi juga salah satu parameter penting dalam peningkatan akreditasi kampus.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Bachtiar Adnan Kusuma yang telah memberikan semangat kepada dosen dan mahasiswa STAI DDI Maros untuk membiasakan diri membaca secara konsisten, serta menargetkan agar setiap dosen dan mahasiswa mampu menghasilkan setidaknya satu karya tulis buku,” ujar Azmi.

Dalam materinya, Bachtiar Adnan Kusuma menekankan pentingnya membangun budaya membaca di lingkungan kampus. “Dengan membaca minimal 25 menit setiap hari secara konsisten, mahasiswa tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga terdorong untuk menghasilkan karya tulis. Target minimal satu buku adalah wujud nyata proses akademik yang sehat. Inilah yang dimaksud sebagai output dari kuliah umum ini, yang pada akhirnya akan membentuk budaya literasi yang kuat di kampus,” tegasnya.

Kuliah umum ini merupakan agenda rutin tahunan STAI DDI Maros yang dilaksanakan pada awal semester ganjil. Selain menjadi kuliah perdana bagi mahasiswa baru, tahun ini kegiatan terasa lebih istimewa karena menghadirkan salah satu tokoh literasi nasional.

 

Reporter: Muh Alif Afdilla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *