Bukan sekadar kuliah biasa, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (Ekos) angkatan 2025 STAI DDI Maros baru saja melakukan “akselerasi” pemahaman luar kelas yang super seru. Pada Kamis, 18 Desember 2025, mereka memboyong semangat belajar langsung ke jantung birokrasi keuangan negara, tepatnya di Gedung Keuangan Negara (GKN) II, Kanwil DJKN Makassar.
Kegiatan bertajuk “KOMUNITA MEET UP DENGAN DJP” ini merupakan kolaborasi apik bersama KOMUNITA KEMENKEU, sebuah wadah inklusif di bawah naungan langsung Kementerian Keuangan RI. Tak sendirian, para mahasiswa didampingi langsung oleh dosen ekonomi mereka yang antusias melihat mahasiswanya berinteraksi dengan dunia kerja profesional.
Mengenal Pajak Lebih Baik: Bukan Sekadar Angka!
Membawa tajuk “Mengenal Pajak Lebih Baik”, acara ini jauh dari kesan kaku. Para pemateri yang hadir adalah para profesional muda dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang membawakan materi dengan gaya yang cool dan mudah dicerna.
Mahasiswa diajak membedah bagaimana pajak menjadi tulang punggung pembangunan bangsa. Beberapa poin insightful yang dipelajari antara lain:
Tax Awareness: Menyadari bahwa pajak bukan sekadar “beban”, melainkan kontribusi nyata untuk fasilitas publik yang kita nikmati sehari-hari.
Digitalisasi Pajak: Bagaimana sistem perpajakan Indonesia kini sudah sangat modern dan serba digital, memudahkan generasi muda untuk patuh pajak.
Pajak dalam Perspektif Ekonomi: Memahami korelasi antara kebijakan fiskal dengan pertumbuhan ekonomi nasional, yang sangat relevan dengan disiplin ilmu Ekonomi Syariah.
Vibe Kegiatan yang ‘Gak Ada Lawan’
Diselenggarakan langsung di bawah naungan Kemenkeu, atmosfer di GKN II terasa sangat dinamis. Diskusi dua arah antara mahasiswa dan praktisi pajak menciptakan ruang belajar yang hidup. Para mahasiswa terlihat sangat aktif bertanya, membuktikan bahwa anak Ekos STAI DDI Maros punya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap isu finansial negara.
“Kegiatan ini benar-benar membuka mata kami. Belajar langsung dari praktisinya membuat teori-teori ekonomi yang kami pelajari di kampus jadi terasa lebih nyata dan relevan,” ungkap salah satu peserta dengan semangat.