Pesan pertama menurut Mardiah, mahasiswi Prodi PAI Semester V asal Camba, menurutnya selama mengikuti kegiatan ini turut bahagia dan senang, karena kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga mempererat hubungan pertemanan dan kekeluargaan antar peserta. Kesan kedua dari Syahrani, Mahasiswi Prodi PAI Semester V, menurutnya kegiatan Student Mobility dan Benchmarking ini sangat mengesankan, karena merupakan pengalaman pertamanya mengunjungi Pulau Jawa. Terutama saat berada di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, mendapat banyak teman baru dan termotivasi untuk lebih mengembangkan minat dan bakat dari hasil presentasi teman-teman di sana. Pesan Kesan ketiga yakni dari Muliana Syam, mahasiswi Prodi PAI Semster V asal Pakalu Bantimurung ini mengucap Alhamdulillah, saya sangat senang dan bangga terhadap kampus saya, STAI DDI Maros, karena telah mengadakan kegiatan ini. Sebelumnya, saya belum pernah menginjakkan kaki di tanah Jawa, dan melalui program ini, impian tersebut akhirnya tercapai.

Pesan kesan kelima yakni dari Andi Daniati Nur Bauzad, Mahasiswi Prodi PAI Semester V asal Desa Toddolimae Tompobulu ini terkesan bahwa perjalanan student mobility ini memberikan motivasi yang sangat besar bagi saya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Melihat kemajuan kampus-kampus yang kami kunjungi membuat saya semakin semangat untuk belajar dan mengejar harapan agar kelak dapat menimba ilmu di salah satu kampus tersebut. Pesan kesan keenam dari Rai’dah Mufidah A.K. Mahasiswi Prodi PAI yang juga Hafidz Quran. Berucap Alhamdulillah, perjalanan ke Jawa dalam rangka student mobility memberikan banyak kesan dan makna. Dari segi pertemuan, kami bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai kampus, mendapatkan banyak motivasi dan pesan semangat yang membara untuk terus belajar dan berkontribusi dalam pengembangan kampus ke arah yang lebih baik. Kesan ketujuh yakin dari Risma, Mahasiswi Prodi PAI asal Bantimurung, Ia menuturkan bahwa
selama tujuh hari mengikuti study mobility, saya mendapatkan kesan yang sangat indah, baik di penginapan maupun saat kunjungan ke kampus. Semoga kegiatan ini bisa kembali dilaksanakan tahun depan. Pesan selanjutnya dari Muliana, Mahasiswi asal Simbang. Ia berkesan bahwa student mobility selama tujuh hari memberikan kesan yang sangat asyik dan menyenangkan. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan lagi, dan semoga ada rezeki untuk bisa melanjutkan pendidikan di Unwahas.
![]()
Pesan lain tak kalah menarik dari Nadia bahwasanya student mobility yang kami jalani selama tujuh hari benar-benar luar biasa. Saya tidak pernah menyangka bisa menginjakkan kaki di kota-kota besar yang penuh keistimewaan. Harapan saya, pertemanan dan kebersamaan yang terjalin selama tujuh hari ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut selamanya. Demikian pula kata Akbar, ia sangat berterima kasih kepada para dosen atas kegiatan ini. Saya mengutip perkataan Pak Rahman, “Kampus kita memang kecil, tetapi yakin dan percaya, barakkanya STAI DDI Maros itu ada.” Pokoknya… mangngakua!
Begitu pula kata Nur Astriani bahwa selama tujuh hari mengikuti study mobility, saya merasakan kesan yang luar biasa. Rasa kekeluargaan semakin erat, banyak pengalaman yang kami dapatkan, terutama saat kunjungan ke berbagai universitas dan saat jalan-jalan ke Candi Borobudur. Tak mau kalah, pesan kesan dari Amelia Risky, mahasiswi asal Pakalli ini biasa disapa Comel. Katanya Student Mobility ini sangat menyenangkan, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada teman-teman serta para dosen favorit saya. Kegiatan ini sangat menarik, menambah wawasan, dan mempererat kerja sama antara mahasiswa di kampus. Saya sangat berharap akan ada kelanjutan dari kegiatan seperti ini—ditunggu part 2!
Ketua HMP PAI lebih bangga lagi, Zakaria, bagaimana tidak karena ia sangat menikmati kegiatan ini karena banyak hal inspiratif yang bisa dipetik. Kesempatan berkeliling dan mengunjungi kampus-kampus luar biasa sangat berharga. Momen paling tak terlupakan adalah ketika saya bertemu dengan tokoh filsafat Indonesia, Dr. Fahruddin Faiz—seseorang yang sangat saya kagumi. Kegiatan ini juga diawali dengan ziarah makam ulama dan ditutup dengan ziarah makam wali, sebuah pengalaman spiritual yang sangat menyentuh. Demikian pula kata Afrizal Student Mobility dan Benchmarking memberikan banyak pengalaman bermakna. Kegiatan ini mengajarkan arti persaudaraan, saling mengingatkan, dan saling menjaga. Saya juga mendapatkan pengalaman luar biasa dan kesempatan belajar langsung di tempat yang berbeda. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi kata Ust. Abd. Munir. Mahasiswa STAI DDI Maros yang juga Hafidz Quran sekaligus Qari ini menuturkan bahwa Kegiatan student mobility dan benchmarking sangat bagus untuk pengembangan kampus. Dari kunjungan ini, kita bisa membandingkan dan mengadopsi hal-hal baik dari kampus lain. Mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga, termasuk ziarah ke makam-makam wali Allah sebagai bentuk tawassul. Pesan saya, semoga kekompakan dan semangat kita terus dijaga dan ditingkatkan—bersama DDI, berkah mengabdi 💚💛
Yang paling panjang dan manis pesan kesannya yakni Supriadi, ia mengatakan bahwa perjalanan ini merupakan doa yang terkabul. Melalui kegiatan study mobility ini, saya bisa menginjakkan kaki di Pulau Jawa—bukan lagi mimpi, tapi kenyataan. Kunjungan ke makam ulama besar seperti Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan Gus Dur sangat menggugah hati. Kampung Inggris memberi pengalaman luar biasa tentang semangat belajar yang tak kenal lelah. Kampus-kampus seperti UIN Kediri, UIN Tulungagung, UIN Sunan Kalijaga, Unnnes, hingga Unwahas, memberikan pelajaran penting tentang pengembangan akademik dan kelembagaan. Pertemuan dengan Dr. Fahruddin Faiz dalam kajian filsafat adalah anugerah tersendiri. Kegiatan ini penuh kehangatan, kekeluargaan, kerja sama, dan semangat. Saya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dengan rute dan pengembangan yang lebih baik. Semua pengalaman ini menjadi langkah awal bagi STAI DDI Maros untuk terus maju dan bersaing.
Pesan kesan selanjutnya datang dari Nur Afifah, mahasiswi Prodi PGMI Semester V asal Bontoa, Afifah berkata bahwa Student mobility ini memberikan kesan yang luar biasa. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Pulau Jawa dan mengunjungi tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan, seperti UIN Kediri, Kampung Inggris, dan kampus-kampus lainnya. Saya juga jadi memahami mengapa Yogyakarta disebut kota istimewa. Kegiatan ini memotivasi saya dan memberikan saran-saran penting demi kemajuan kampus STAI DDI Maros. Selain itu, kami juga menjadi lebih dekat dengan teman-teman yang sebelumnya hanya kami kenal namanya saja. Semoga kami semua dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Aamiin. Rekan Afifah, Nurul Azhimah turut berkesan bahwasanya kegiatan student mobility dan benchmarking ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Saya berkesempatan mengunjungi Pulau Jawa dan lebih akrab dengan teman-teman yang sebelumnya tidak begitu dekat. Selain aspek akademik, saya juga belajar langsung dari lingkungan yang berbeda dan mengunjungi universitas-universitas terbaik di Pulau Jawa. Para dosen, mahasiswa, dan staf kampus yang kami kunjungi sangat ramah dan menerima kami dengan baik, khususnya di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Saya berharap kegiatan ini terus dilanjutkan dan hasil benchmarking dapat diterapkan di kampus STAI DDI Maros. Kerabat Afifah dan Nurul Adzimah Ainun Syahrani turut berkesan
Study mobility dan benchmarking memberi pengalaman yang begitu berharga. Saya merasakan eratnya persaudaraan dan kekeluargaan, serta keramahan dosen dan mahasiswa di kampus yang dikunjungi. Yang paling mengesankan adalah saat berada di Ponpes Tebuireng, melihat para santri yang begitu menghormati guru. Di Kampung Inggris, saya belajar bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di kelas, tapi bisa di mana saja. Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif dalam pengembangan akademik dan potensi diri mahasiswa. Sama halnya Yusriah, kesannya selama mengikuti study mobility sangat mendalam. Saya merasa sangat beruntung bisa berkeliling Pulau Jawa. Kegiatan ini memberi motivasi besar untuk melanjutkan pendidikan. Terima kasih kepada para dosen atas perhatian dan kehangatannya. Kebersamaan dengan teman-teman juga sangat berkesan. Semoga kegiatan ini berlanjut! Nirwana, yang sosoknya pendiam turut berbagi kesan bahwa perjalanan ke Pulau Jawa dalam rangka student mobility dan benchmarking menjadi pengalaman paling berkesan dalam hidup saya. Dari Surabaya hingga Semarang, saya mengunjungi kampus-kampus hebat yang membuka wawasan akademik. Ini juga menjadi momen pertama saya bepergian jauh, dan saya bersyukur bisa membaur dengan teman-teman dari prodi PAI, PGMI, dan HKI. Kami bukan hanya rekan studi, tapi seperti keluarga yang saling mendukung. Terima kasih kepada para dosen yang telah mendampingi. Ini bukan sekadar perjalanan akademik, tapi juga perjalanan hidup yang penuh makna.
Pesan kesan selanjutnya dari Ust Imam Mujahid, Mahasiswa Prodi HKI Semester V yang juga Hafidz Quran 30 Juz. Ia menuturkan bahwa kesan perjalanan ini sangat mendalam karena ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Pulau Jawa. Perjalanan dari pelabuhan Makassar ke pelabuhan Surabaya memberikan banyak inspirasi. Kampus-kampus yang kami kunjungi meninggalkan kesan tersendiri, namun yang paling melekat dalam ingatan adalah saat berada di Malioboro, melihat keindahan budaya, pakaian adat, dan suasananya yang bersejarah dan penuh makna. Pesan kesan terakhir yakni dari Muhammad Yusuf yang juga Prodi HKI Semester V, ia menjelaskan bahwa kegiatan Student Mobility dan Benchmarking ini adalah sebuah pengalaman yang wow bagi saya. Di tanah Jawa yang luas, yang telah saya pijak dari Surabaya, Kediri, Tulung Agung, Jombang, Yogyakarta, hingga Semarang, telah membuka pikiran saya untuk kembali suatu saat nanti, untuk melanjutkan studi yang lebih tinggi.
Catatan aktivitas: Setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Senin Siang, 31 Juni, rombongan bergerak menuju Masjid Al Akbar Surabaya, Ziarah Makam dan Studi Singkat Sejarah dan Perjuangan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari, KH. Wahid Hasyim, dan Gusdur di Ponpes Tebuireng Jombang, kemudian belajar singkat dan MOU dengan Dominic English dan keliling pakai odong-odong di Kampung Inggris Pare Kediri lalu kemudian menuju penginapan istirahat di Kota Kediri. Selasa, 1 Juli MOU dan Benchmarking di UIN Syekh Wasil Kediri, kemudian Seminar Nasional, MOU dan KIP Kuliah Sharing Space Mahasiswa STAI DDI Maros dan UIN Tulungagung setelah itu melanjutkn perjalanan ke Jogja.
Rabu, 02 Juli berkunjung ke UIN Sunan Kalijaga, Ngaji Filsafat Dr. Facruddin Faiz di MJS Jogja, Wisata Malioboro. Kamis, 03 Juli mengunjungi Situs Candi Borobudur di Magelang dan melanjutkan perjalanan menuju penginapan di Balai Diklat Kegamaan Semarang. Jumat, 04 Juli, Benchmarking di FISIP UNNES Semarang dan Universitas Wahid Hasyim Semarang dan sore kembali menuju Surabaya dan nginap di Balai Diklat Kegamaan Surabaya. Sabtu, 05 Juli berkunjung ke Pasar Turi dan Sidoarjo dan Ziarah Makam Sunan Ampel.