Maros, Selasa, 14 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros kembali melaksanakan kegiatan supervisi lapangan bagi mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam rangka memantau pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Program yang berlangsung selama 4 bulan dengan total 16 kali pertemuan ini menjadi bagian penting dari proses pembentukan kompetensi pedagogik dan profesional calon guru pendidikan agama Islam.
Supervisi tahap kedua kali ini dilaksanakan di tiga madrasah mitra, yaitu MA DDI Alliritengae, MA Al Irsyad Biringkaloro, dan MA Ainus Syamsi Maros. Kegiatan di MA DDI Alliritengae disupervisi oleh Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I., di MA Al Irsyad Biringkaloro oleh Rahmat Rizal, S.S., M.Si., dan di MA Ainus Syamsi Maros oleh Ahsan Taqwim, S.Pd.I., M.Pd.
Pelaksanaan supervisi di MA DDI Alliritengae dimulai pada hari Selasa, 14 Oktober 2025, pukul 07.30 hingga 09.00 WITA, diikuti oleh dua mahasiswa praktikan, yaitu Anugrah Yulianti yang mengajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dan Ummul Khaeriah yang mengampu mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Setelah kegiatan pembelajaran selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama kepala madrasah, dosen pembimbing, dan mahasiswa PPL. Diskusi ini menjadi ruang reflektif untuk mengevaluasi proses pembelajaran dan memperkuat keterampilan pedagogik mahasiswa di lapangan.

Kepala MA DDI Alliritengae, Abd Rakib, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan PPL mahasiswa STAI DDI Maros. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di kampus. “Program ini sangat bermanfaat karena membentuk karakter profesional calon guru agama Islam yang siap mengabdi di dunia pendidikan,” ujarnya.
Ketua STAI DDI Maros sekaligus dosen pembimbing lapangan, Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan supervisi merupakan bagian dari upaya menjaga mutu dan kualitas lulusan STAI DDI Maros. “Melalui kegiatan ini, kami memastikan mahasiswa tidak hanya mahir mengajar, tetapi juga memiliki kepekaan spiritual, sosial, dan etika yang sesuai dengan nilai-nilai DDI,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STAI DDI Maros menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak pendidik Islam yang unggul, berintegritas, dan berorientasi pada pengabdian. Supervisi lapangan menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kemitraan antara kampus dan madrasah dalam mencetak generasi guru yang berdaya saing tinggi.
