Prodi Ekonomi Syariah STAI DDI Maros Ikut Webinar Nasional Penguatan Kapasitas Riset di Bidang Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam (IAI) DDI Sidrap menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Penguatan Kapasitas Riset di Bidang Ekonomi Syariah” pada Senin, 6 Oktober 2025 secara daring. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset di bidang ekonomi dan keuangan syariah serta memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi Islam di Indonesia. Webinar ini diikuti oleh para akademisi, peneliti, dan dosen dari berbagai kampus, termasuk perguruan tinggi di bawah naungan Darud Dakwah Wal-Irsyad (DDI).

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Mohamad Soleh Nurzaman, Ph.D., Kepala Riset Ekonomi Syariah dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa riset merupakan faktor kunci dalam membangun daya saing bangsa. Untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap), Indonesia perlu memperkuat sumber daya manusia melalui inovasi dan penelitian yang terarah. Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pusat-pusat riset di tanah air agar tidak terjadi tumpang tindih topik penelitian dan hasil riset dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi syariah nasional.

Materi yang disampaikan juga menyoroti tantangan klasik dalam riset ekonomi syariah, seperti lemahnya kelembagaan riset, keterbatasan pendanaan, dan kualitas sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan. Selain itu, dibahas pula isu penyelarasan antara riset terapan dan kebutuhan industri serta kebijakan publik di sektor ekonomi syariah. Narasumber memaparkan sejumlah peluang pendanaan riset seperti Bank Indonesia Research Grant (RGBI 2025), Hilirisasi Riset Nasional BRIN, dan IsDB Research Grant, yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan penelitian inovatif di bidang industri halal, zakat digital, dan keuangan sosial syariah.

Dalam kegiatan ini, STAI DDI Maros turut berpartisipasi aktif dengan mengirimkan delegasinya, yakni Dr. Haeruddin, MH, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah; Emi Sri Rahayu Fatimah, SE.I., ME, Dosen Tetap STAI DDI Maros; serta Muhammad Azmi, M.Pd.I, Ketua STAI DDI Maros. Pada sesi tanya jawab dan diskusi, Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, M.Pd.I, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya membangun kolaborasi riset antar lembaga, khususnya dalam pengembangan riset berbasis ekonomi syariah di Kabupaten Maros. Ia menekankan bahwa di Maros terdapat banyak potensi ekonomi lokal berbasis syariah, seperti pengembangan UMKM halal, ekonomi pesantren, dan sektor pertanian ramah syariah yang bisa menjadi fokus penelitian bersama antarperguruan tinggi Islam.

Kegiatan webinar nasional ini dipandu oleh Dr. Hj. Syamsiah Muhsin, S.Sy., M.E., selaku Dekan FEBI IAI DDI Sidenreng Rappang, yang dengan cermat memandu jalannya diskusi antara narasumber dan peserta. Melalui arahan moderator, kegiatan berlangsung interaktif dan produktif, dengan berbagai masukan konstruktif dari peserta untuk memperkuat arah riset ekonomi syariah nasional.

Melalui kegiatan ini, FEBI IAI DDI Sidrap berhasil mempertemukan para akademisi lintas institusi untuk membahas arah penguatan riset ekonomi syariah di Indonesia. Hasil dari webinar ini diharapkan menjadi pijakan dalam penyusunan peta jalan riset kampus (research roadmap) yang selaras dengan kebutuhan industri halal dan kebijakan pemerintah. Partisipasi aktif STAI DDI Maros menjadi bukti komitmen institusi dalam mendorong riset inovatif dan kolaboratif guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *