Minasa Upa, 9 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI DDI Maros Angkatan 36 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying di UPTD SDN 69 Sikapaya, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Senin (09/02/2026) pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada penguatan karakter dan pendidikan sosial di tingkat sekolah dasar. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus perundungan yang terjadi di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi preventif sekaligus membangun kesadaran kolektif di kalangan siswa.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI dengan jumlah peserta yang cukup antusias memenuhi aula sekolah. Para siswa didampingi langsung oleh kepala sekolah dan dewan guru yang turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Kehadiran para pendidik menjadi bentuk sinergi antara pihak kampus dan sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang sehat. Mahasiswa KKN bertindak sebagai pemateri sekaligus fasilitator yang memandu jalannya kegiatan secara sistematis dan komunikatif.
Dalam pemaparan materi, mahasiswa menjelaskan secara rinci pengertian bullying serta berbagai bentuknya, mulai dari bullying fisik seperti memukul dan mendorong, bullying verbal seperti mengejek dan menghina, hingga bullying sosial seperti mengucilkan teman. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain itu, mahasiswa juga menguraikan dampak bullying terhadap kesehatan mental, rasa percaya diri, hingga prestasi belajar korban. Penekanan diberikan pada pentingnya empati, kepedulian, dan sikap saling menghormati sebagai nilai utama dalam pergaulan sehari-hari.

Proses penyampaian materi dilakukan melalui presentasi interaktif yang disertai pemutaran video edukatif agar siswa lebih mudah memahami contoh-contoh kasus yang terjadi. Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling menarik perhatian peserta, karena banyak siswa yang berani mengangkat tangan untuk bertanya maupun berbagi pengalaman. Suasana aula sekolah tampak hidup dengan diskusi yang hangat namun tetap terarah. Mahasiswa KKN juga mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama menyatakan komitmen menjadi pelopor anti-bullying dan berani melaporkan jika melihat tindakan perundungan di sekolah.
Koordinator Desa (Kordes) KKN, Muh. Risal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa pencegahan bullying harus dimulai dari kesadaran diri masing-masing individu. “Kami berharap melalui sosialisasi ini, siswa dapat lebih memahami dampak buruk bullying dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan penuh rasa saling menghormati,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pendidikan karakter sejak dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berintegritas.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN. Salah satu guru menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Menurutnya, pembinaan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan masyarakat. Ia berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.
Salah satu siswa peserta kegiatan turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti sosialisasi. Ia mengaku kini lebih memahami bahwa tindakan mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang menyakitkan. Siswa tersebut juga berjanji untuk tidak lagi melakukan tindakan yang dapat merugikan teman-temannya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut mampu menyentuh kesadaran peserta didik secara langsung.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan, dapat bekerja sama dalam mencegah tindakan perundungan. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa kebersamaan menjadi tujuan bersama yang ingin diwujudkan. Mahasiswa KKN STAI DDI Maros Angkatan 36 pun berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi langkah awal menuju budaya sekolah yang lebih ramah dan inklusif.