Minasa Upa, 12 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI DDI Maros melaksanakan program kerja berupa pelatihan penyelenggaraan jenazah di Masjid Nurul Mu’minin, Dusun Pappaka, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Kamis (12/02/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WITA tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengurus jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ustazah St. Rahmawati, S.Hum. dan Ustazah Marlina, S.Hi., yang memberikan materi secara teori dan praktik langsung. Peserta kegiatan terdiri atas perangkat desa, pengurus masjid, serta ibu-ibu majelis taklim yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya pemahaman fardu kifayah dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam pelaksanaannya, narasumber memaparkan tata cara penyelenggaraan jenazah secara sistematis, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga proses penguburan. Penjelasan diberikan berdasarkan dalil-dalil syariat yang mudah dipahami peserta. Selain itu, sesi praktik langsung menjadi bagian utama kegiatan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang memadai.
Koordinator Desa KKN STAI DDI Maros, Muhammad Risal, menjelaskan bahwa program ini merupakan respons atas kebutuhan masyarakat setempat. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama tokoh masyarakat, masih ditemukan warga yang belum memahami secara detail tata cara penyelenggaraan jenazah. “Pelatihan ini kami inisiasi agar masyarakat lebih siap dan percaya diri ketika menghadapi situasi duka, sehingga kewajiban keagamaan dapat dilaksanakan dengan benar,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi teori, dilanjutkan dengan simulasi praktik menggunakan alat peraga, kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait bacaan doa, ketentuan jumlah kain kafan, serta tata cara salat jenazah. Suasana pelatihan berlangsung khidmat namun tetap interaktif.

Ustazah St. Rahmawati, S.Hum., dalam pemaparannya menegaskan bahwa penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban kolektif umat Islam (fardu kifayah). Ia menekankan pentingnya kesiapan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada segelintir orang. “Semakin banyak yang memahami, maka semakin ringan beban umat dalam menjalankan kewajiban ini,” tuturnya.
Salah satu peserta, Ibu Sehati, mengaku mendapatkan pemahaman baru melalui pelatihan tersebut. Ia menyampaikan bahwa selama ini dirinya hanya membantu sebatas kemampuan yang dimiliki. “Sekarang saya lebih paham urutannya dan tata caranya sesuai syariat,” katanya.
Kepala Desa Minasa Upa, Rusman, S.Sos., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program kerja mahasiswa KKN. Ia menilai kegiatan tersebut sangat relevan dan bermanfaat bagi masyarakat desa. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan warga menjadi contoh sinergi positif dalam membangun kesadaran keagamaan di tingkat desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STAI DDI Maros berharap ilmu yang telah disampaikan dapat dipraktikkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Program tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan kewajiban keagamaan secara benar, tertib, dan penuh tanggung jawab, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat Desa Minasa Upa.
