Maros — Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros resmi berakhir setelah para peserta menyelesaikan seluruh rangkaian praktik mengajar di MA Al-Wasi’ Bontoa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Penarikan mahasiswa ini menjadi penanda berakhirnya masa tugas selama lebih dari tiga bulan yang diisi dengan aktivitas pembelajaran, administrasi, serta berbagai kegiatan pengembangan di lingkungan madrasah. Program ini menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa PAI untuk menunjukkan kompetensi pedagogik, kepribadian, dan profesional mereka sebagai calon pendidik Islam.
Mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Erni, Sumarni, dan Asyuraim Muhar. Mereka dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Mumtahanah, S.Pd.I., M.Pd.I, serta mendapat pendampingan penuh dari Kepala MA Al-Wasi’ Bontoa, Syafaruddin, S.Ag, beserta guru pamong selama pelaksanaan PPL. Kolaborasi erat antara kampus dan madrasah ini memperlihatkan keseriusan lembaga dalam menyiapkan tenaga pendidik yang unggul, berakhlak mulia, dan siap bersaing di dunia kerja.
Selama praktik berlangsung, mahasiswa aktif mengajar di kelas, menyusun perangkat pembelajaran, melakukan observasi, hingga melaksanakan evaluasi hasil belajar siswa. Mereka juga turut terlibat dalam kegiatan administrasi dan berbagai program madrasah, sehingga memperoleh pengalaman menyeluruh tentang pengelolaan lembaga pendidikan. Pengalaman ini memperkuat karakter mahasiswa sebagai pendidik yang tidak hanya menguasai materi keislaman, tetapi juga mampu membangun komunikasi efektif dan lingkungan belajar yang inspiratif.
Program PPL yang berlangsung sejak 4 Agustus hingga 22 November 2025 ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di kampus. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kerja sama antara STAI DDI Maros dan MA Al-Wasi’ Bontoa sebagai upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan Islam. Dengan durasi yang cukup panjang, mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara profesional dan menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam praktik sehari-hari.
Pihak madrasah memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama praktik. Kepala madrasah menilai kehadiran mereka membawa energi baru dan membantu proses pembelajaran. Para guru pamong juga mengapresiasi kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dan mengembangkan metode mengajar. Dosen pembimbing berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi mereka ketika memasuki dunia pendidikan profesional. Respons positif ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Prodi PAI STAI DDI Maros memiliki potensi besar untuk menjadi pendidik yang inovatif dan berkarakter.
Penarikan PPL ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan atas kebersamaan selama masa praktik berlangsung. Momen ini tidak hanya menandai berakhirnya kegiatan, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan mahasiswa dalam menyempurnakan diri sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam yang siap mengabdi bagi masyarakat.