Maros, 11 Desember 2025 – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima resmi menyelenggarakan Seri II Kuliah Pemikiran, sebuah agenda akademik yang bertujuan memperkuat jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi serta memperkaya diskursus intelektual di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025 ini merupakan kelanjutan dari inisiatif strategis yang digagas melalui kerja sama dengan Indonesian Universities Consortium on Social Religious Studies (IUCSRS) dan Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.
Program ini mendapatkan dukungan luas dari sebelas institusi pendidikan tinggi, termasuk STAI DDI Maros yang turut berperan aktif dalam kegiatan tersebut. STAI DDI Maros menghadirkan empat dosen sebagai peserta dan wakil institusi, yakni Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I. (Ketua STAI DDI Maros); Dr. Sampara Halik, M.Pd.; Ketua Prodi Ekonomi Syariah Dr. Haeruddin, M.H.; serta Emi Sri Rahayu Fatima, S.E., M.E., Dosen Prodi Ekonomi Syariah.
Selain STAI DDI Maros, sejumlah kampus lain juga turut serta, antara lain IAI Rawa Aopa, Universitas Muhammadiyah Barru, STIT Al Chaeriyah Mamuju, IBK Nitro Makassar, IAI DDI Sidenreng Rappang, Universitas LIA, Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena, Institut Kesenian Makassar, dan STAI DDI Pangkep. Agenda ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan mengenai isu-isu kontemporer di bidang pendidikan, sosial, dan kebudayaan.
Ketua STIT Sunan Giri Bima menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk memperkuat kapasitas akademik lintas institusi, sekaligus membangun kultur berpikir kritis di lingkungan perguruan tinggi.
Dari Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Sekretaris Dewan Pendidikan Ismail Suardi Wekke, yang saat ini berada di Dalat (Vietnam), menekankan pentingnya sinergi antarkampus sebagai langkah strategis dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Kolaborasi antar perguruan tinggi, terutama di wilayah Timur Indonesia, bukan lagi sekadar pilihan tetapi kebutuhan mendasar dalam menghadapi tantangan global dan regional,” ujar Ismail. “Inisiatif seperti yang dilakukan STIT Sunan Giri Bima dan IUCSRS ini adalah ruang dialog yang sangat penting untuk memproduksi pemikiran yang relevan dan transformatif.”
Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan STAI DDI Maros merupakan bentuk komitmen kuat untuk memperkuat jejaring akademik lintas kampus.
“Ini adalah kegiatan kolaboratif yang melibatkan beberapa kampus untuk saling menguatkan. Melalui kegiatan seperti ini, kita memperluas wawasan akademik sekaligus memperkokoh relasi institusi untuk mendorong mutu pendidikan tinggi,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya Seri II Kuliah Pemikiran ini, diharapkan akan lahir ide-ide segar, rekomendasi kebijakan, serta model kolaborasi berkelanjutan yang dapat diadopsi oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
