STAI DDI Maros Tarik Mahasiswa PPL dari MA Al-Irsyad Biringkaloro

Maros — Pada Kamis, 27 November 2025 pukul 10.30 WITA, STAI DDI Maros menyelenggarakan penarikan mahasiswa peserta Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MA Al-Irsyad Biringkaloro. Kegiatan ini menandai selesainya program PPL yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan dan menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa calon pendidik.

Mahasiswa yang mengikuti PPL di madrasah tersebut adalah Muh Akzan Gautama, Nurandini, Nurul Qalby Rusdi, Rosmiati, dan Putri Aulia Idris. Selama pelaksanaan program, mereka dibimbing oleh dua guru pamong berpengalaman, yaitu Abd Muis, S.Pd.I dan Hj. Nurhayati, S.Pd.I, yang memberikan pendampingan dan arahan dalam proses pembelajaran di kelas maupun kegiatan pendukung lainnya.

Dalam pelaksanaan PPL, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan metode pembelajaran yang dipelajari selama kuliah, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa serta pengembangan suasana belajar yang kondusif. Tahapan kegiatan berlangsung mulai dari orientasi, observasi kelas, hingga praktik mengajar mandiri dengan pendekatan kreatif dan komunikatif. Pendampingan guru pamong membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan pedagogik dan profesional mereka.

Mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga dalam memahami kehidupan madrasah secara lebih luas. Mereka terlibat dalam interaksi sosial dan keagamaan bersama siswa dan guru, yang menjadi bagian penting dalam penguatan karakter dan kompetensi mereka sebagai calon pendidik. Banyak mahasiswa menyampaikan bahwa pengalaman PPL ini memberikan wawasan baru dan menjadi bekal berharga untuk masa depan karier mereka.

Apresiasi turut disampaikan oleh pihak madrasah. Kepala MA Al-Irsyad Biringkaloro, Drs. H. Muhammad Rusdi, MM, menyambut baik kontribusi para mahasiswa selama masa praktik. Ia berharap program seperti ini dapat melahirkan generasi guru yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga berkarakter kuat dan berintegritas tinggi. Keberadaan mahasiswa PPL dinilai memberi warna baru dan semangat positif bagi proses pembelajaran di madrasah.

Kegiatan penarikan ditutup dengan serangkaian agenda administrasi dan prosesi simbolis sebagai tanda berakhirnya masa PPL. Seluruh pihak menyampaikan rasa syukur atas kelancaran program serta harapan agar pengalaman yang diperoleh mahasiswa dapat diaplikasikan dalam perjalanan mereka sebagai pendidik profesional. Program PPL di MA Al-Irsyad Biringkaloro menjadi contoh sinergi yang baik antara kampus dan madrasah dalam mencetak tenaga pendidik berkualitas dan berwawasan keislaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *